On 1/31/2011 03:50:00 AM by Khairul Jasmi in ,     No comments
Oleh Khairul Jasmi

Saya kutip dari situs Harian Rakyat Merdeka:

Seorang Bos berkata kepada sekretaris:
“Seminggu kita pergi untuk perjalanan dinas. Tolong siap-siap.”
Sekretaris menelepon suaminya:
“Mas, saya mau berangkat untuk perjalanan dinas. Hati-hati di rumah ya.”
Suami menelepon kekasih gelapnya:
“Istriku mau berangkat seminggu. Kau ada waktu?”
Kekasih gelap berkata kepada murid kursusnya:
“Nak, Ibu punya banyak kerjaan selama seminggu. Kursus ditiadakan selama seminggu.”
Sang Anak berkata kepada kakeknya:
“Kek, seminggu tidak ada kursus. Gurunya sibuk. Ayo kita jalan-jalan.”
Kakek (Sang Boss yang tadi) menelpon sekretarisnya:
“Minggu ini saya mau jalan-jalan sama cucu saya. Perjalanan dinas dibatalkan.”
Sekretaris kembali menghubungi suaminya:
“Bosnya ada kerjaan rumah yang mendadak. Tripnya dibatalkan Mas.”
Suami lalu menghubungi kekasih gelapnya:
“Kau jangan datang. Istriku tak jadi pergi.”
Kekasih gelap pun menelepon murid kursusnya:
“Nak, kursus minggu ini berjalan seperti biasa.”
Sang anak pun berkata kepada kakeknya:
“Kek, guruku bilang kursus berjalan normal. Kakek jalan sendiri aja, ya...”
Kakek pun berkata kepada sekretarisnya:
“Minggu ini kita atur perjalanan dinas lagi. Kamu siap-siap, yah!”
Capek deh...
                            ***
Selingkuh deh!
Selingkuh kini sudah jadi nyanyian, didendangkan di mana-mana. Jadi tren. Suka atau tidak suka, percaya atau tidak. Tertangkap atau tidak tertangkap. Yang tertangkap, habis sudah. Ada yang tertangkap di home stay, ada yang tertangkap di mobil bergoyang
Ada yang foto bugil diedarkan orang, ada yang cerita dari mulut ke mulut. Semuanya makan korban.
Itu kisah yang terungkap.
Yang tak terungkap, entah berapa banyaknya. Tiap kita punya rahasia kecil. Rahasia kecil biasanya disimpan rapat-rapat.
Apa artinya ini?
Moralitas. Ini berkaitan erat dengan moralitas, nilai-nilai religi, kesetiaan dan cinta.
Banyak bapak-bapak yang berselingkuh, mulai dari yang preman tuak sampai yang pakai kupiah. Banyak ibu-ibu yang berselingkuh, mulai dari yang berjilbab sampai yang buka tenda (rambut).
Rumahtangga terkadang rapuh, pada banyak waktu dan tempat tidak ada masalah. Tapi kenapa orang berselingkuh juga?
Selingkuh itu indah, kata lagu.
Inilah negeri lucu, negeri selingkuh. Mulai dari tukang ojek sampai anggota parlemen. Siapa yang mesti digugat?
Tak perlu gugat menggugat. Kita hidup dalam sebuah bejana yang airnya dipanaskan perlahan-lahan. Tak terasa, tapi lama kelamaan kita akan mati direbus.
Inilah negeri yang nilai-nilai religiusnya aus perlahan-lahan, bersamaan dengan munculnya peganut nilai religi taat perlahan-lahan pula. Bagai rel kereta api, dua besi memanjang, dingin, bersisihan dan tak ada ujung.*

0 komentar :

Posting Komentar