On 2/13/2011 06:06:00 PM by Khairul Jasmi in     No comments
Wina Armada Sukardi, seorang wartawan senior menjadi moderator dalam sebuah acara Hari Pers Nasional (HPN) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pekan lalu. Ia pun membuat joke dan diceritakan kembali oleh wartawan Darlis Syofyan kepada sejumlah wartawan dari Padang di sebuah rumah makan di Kupang. Karena menarik, ia ulang lagi di Bandara El Tari keesokan harinya.
Begini:
Seorang eksekutif muda menemukan robot pintar dan jujur di Jepang.
Ia pun membelinya, karena istri dan anak-anaknya suka berbohong. Sesampai di rumahnya yang asri di sebuah kota di Indonesia, sang eksekutif memperkenalkan fungsi robot tersebut kepada istri dan anaknya.
Beberapa hari setelah robot piket di depan pintu, anak lelakinya pulang larut malam.
“ Dari mana saja kamu, sudah larut begini baru pulang?”
“Dari rumah teman, diskusi kelompok,” jawab si anak. Sedetik kemudian, tangan robot bergerak memukul kening si anak. Sekejap pula kemudian keningnya berdarah.
“Kamu bohong sama papa,” kata si eksekutif muda.
“Iya Pa, maaf, saya sebenarnya pulang nonton film,” terang si anak. Robot diam dan itu pertanda si anak jujur.
“Nonton film apa?” Papa yang eksekutif ini menyelidik.
“Film koboi”
“Tang!” Kening si anak berdentang lagi kena pukul robot.
“Kamu bohong”
“Iya Pa, maaf, saya habis nonton film porno,” jawab si anak. Robot diam. jujur.
Sebagai ayah, si eksekutif muda teringat pesan moral gurunya di sekolah. Berilah anak contoh yang baik, ajari dengan pengalaman  yang otentik.
“Papa sudah setua ini tidak pernah nonton film porno, ini baru setahun jagung, sudah pandai-pandainya kamu nonton yang jorok-jorok,” kata si Papa.
“Tang...” kepala sang papa ditokok dengan keras oleh robot.
“Papa berdusta pula rupanya,” kata si anak.
“Iya, papa tadi lupa,” katanya.
Si papa waktu muda memang doyan film porno. Oleh robot jujur, berdusta atau lupa, bukan alasan. Asal jawaban tak sesuai kenyataan, kening ditokoknya.
Karena terdengar ribut-ribut, istri si eksekutif keluar dari kamarnya.
“Ada apa ribut-ribut?” Ia terperanjat melihat kening suami dan anaknya berdarah-darah. Ia marahi suaminya.
“Kamu jahat, anak sendiri dipukuli sampai berdarah-darah,” kata sang istri.
“Tangggggg” Robot pun memukul kening sang istri. Berdarah-darah pula.
“Kamu bohong, jadi dia anak siapa?”
“Anakmu, sumpah,” jawab sang istri.
“Drakkk..” sekali lagi ia ditokok robot.
“Anak siapa dia?”
“Maaf, anak saya dan selingkuhan saya,” jawab sang istri.
Robot diam.
Cerita robot Jepang ini, mirip cerita burung beo yang populer di kalangan wartawan Padang. Sering dituturkan oleh Gusfen Khairul dan Hasril Chaniago untuk mengocok perut kami saat jalan ke luar provinsi, semisal acara porwanas atau HPN.
Kalau robot main pukul, beo selalu berkata “selingkuh.... Selingkuh...” kalau suami pulang kerja.
Dengan demikian ketahuanlah tiap hari ia berselingkuh. Akhirnya beo itu ia bunuh, tapi sebelum ajal menjemput, beo masih sempat mengucapkan kata-kata selingkuh. Upaya terakhirnya itu terekam oleh CCTV buatan Jepang yang dipasang di rumahnya.
Makanya jangan suka berbohong pada pasangan Anda.
(*)

0 komentar :

Posting Komentar