On 2/13/2013 07:42:00 PM by Khairul Jasmi in     No comments

Ini bukan untuk gagah-gagahan, tapi mencoba berkontribusi lebih banyak lagi bagi kepentingan umum. Apa itu? Forum Editor! Forum Editor adalah sebuah forum tidak resmi yang dibuat oleh para editor yang hadir gara-gara grup di Blackberry (BB). Siapa saja mereka? Pemred dan redaktur surat kabar harian, bekas pemred, bekas redaktur, pendiri situs online berita, wartawan senior di RRI, sejumlah radio swasta, TVRI dan Padang TV.

Ini bukan mengikuti, tapi kebetulan saja, di Jakarta juga lahir Forum Pemimpin Redaksi disingkat Forum Pemred. Didirikan 55 pemred media massa Jakarta. Hanya dua dari luar Jakarta, Pemred Jawa Pos di Surabaya dan Pemred Singgalang di Padang. Forum Pemred akan merekrut anggota dari pemred media massa yang terakreditasi se-Indonesia.
Forum Editor tidak seketat itu, sebab ini skopnya hanya Padang dan Bukittinggi. Tapi anggota grup ini tersebar sampai Jambi, Bangka, Pekanbaru, Batam dan Jakarta, karena di sana ada wartawan asal Padang yang hebat-hebat.
Apa pula yang bisa mereka sumbangkan bagi Sumatra Barat? Sesungguhnya, para editor yang jarang tampil itu ibarat tukang masak di dapur. Merekalah yang menggodok semua isu lalu menyuguhkannya kepada pembaca. Bahkan membuat isu sendiri untuk dijual. Jadi, tidaklah asing jika kemudian mereka memperbincangkan banyak hal. Namun karena sudah dilatih untuk “mendengar”, maka orang lupa, para edtor itu merupakan sosok yang nyaris menguasai semua hal, meski tidak semuanya mendalam.
Merekalah yang kemudian hendak merapatkan barisan, guna memperbicangkan isu-isu hebat tentang Sumatra Barat. Tentu saja ini bukan untuk menyeragamkan isi media. Isi media soal lain, itu bisnis dan persaingan pasar yang ketat.
Menurut rencana, akan ada acara yang mereka garap lantas disiarkan secara luas di semua media mereka. Misalnya soal narkoba, kebencanaan, korupsi, perkosaan dan entah apalagi. Pembicaranya anggota sendiri plus para ahli dan pihak terkait.
Forum ini akan mengkritisi kebijakan pemerintah. Gubernur misalnya. Apa itu? Banyak yang bisa digunja. Walikota juga, bupati pun demikian. Tapi tak selamanya harus pejabat pemerintah.
Kebijakan yang dianggap benar oleh pemerintah, belum tentu benar di mata publik. Karena itu, wartawan senior berharap bisa menjembatani.
Hari ini, kita juga pers, nyaris tak lagi membela negara. Kita terjebak dengan stigma, pemerintah harus dihantam, tak tahunya yang dihantam bukan pemerintah melainkan negara.
Pemerintah berbeda dengan negara. Harus ada yang membela negara. Pers harus tampil. Pers Indonesia, awal-awal reformasi mengontrol pemerintah (eksekutif) sedemikian hebatnya. Saking hebatnya, melantunlah bola ke DPR/D (legislatif). Legislatif pula dikontrol, melebar bola ke luar garis. Pers dan masyarakat larut dalam isu politik, korupsi, kejahatan narkoba kejahatan di jalanan, tapi lupa pertumbuhan ekonomi, lupa akan asas-asas kebangsaan. Jika tak bisa dikatakan lupa, nyaris tak ada waktu untuk itu.
Seperti halnya Forum Pemred, maka Forum Editor ini hanyalah ikatan profesional yang terbuka. Tiap orang harus memberi kontribusi bagi pembangunan kapasitas intelektualitas anggotanya.
Demi hadirnya Forum Editor ini, patut diacungkan jempol untuk Blackberry, karena kehadiran telepon genggam pintar itulah, dialog intensif dan ketawa-ketiwi bisa dilakukan setiap hari. Bukan ketawanya, tapi hasil dialognya ingin kami bagi kepada penikmat media massa semua.
Media harus jadi referensi bagi pengambil kebijakan sebelum memutuskan sesuatu. Forum ini hadir untuk mendorong agar kebijakan tersebut lebih populis dan pro rakyat. Forum ini diharapkan mampu mendrive kebijakan Pemda ke arah yang lebih baik.
Wait and see. (*)

0 komentar :

Posting Komentar