On 4/18/2018 09:09:00 PM by Khairul Jasmi     No comments
 Wasit

Janji

Khairul Jasmi

Janji apa yang paling mudah diucapkan? Janji bayar hutang dan pada pacar. Asal janji itu bisa melepaskan kebat, ayo saya ucapkan. Ketika ditagih? Lidah tak bertulang.

 Jelang akhir tahun kita selalu merawat dan mengulang janji.
Memperbaharui atau menutup janji. Naik pangkat, naik gaji, beli rumah, kuat beribadah, rajin baca Quran, mau berenang olahraga Nabi. Diucapkan pada istri. Ada yang dipenuhi ada yang tak mungkin. Langsung sampik kalang, istri diam menahan sejuta kata-kata yang hendak diucapkannya. Istri juga begitu, he he...

Pada tahun baru inu saya berjanji akan meresolusi diri metamorfosi diri, hilangkan sifat negatif, kebencian, serasa mencuci ulang. Janji menjadikan diri individu sosial. Gaul.
Begitu banyaknya sehingga perlu dicatat dalam satu daftar, ditempel di dinding. Seiring waktu lemnya mengering dan kertas jatuh ke lantai.
Janji suami pada istrinya, baik dimatraikan atau diperbaharuinya tiap saat adalah janji guyah. Bisa jadi asal-asalan saja bisa pula dia pelupa karena beratnya beban kerja.
Tapi apapun berjanjilaj membahagiakan pasangan dan bahagiakan diri sendiri.

Karena itu pada 2018 ini  upgradelah diri. Misalnya soal LGBT akhiri menghujat, lakukan tindakan kemanusiaan, obati rohaninya. Jika memang dia khuntsa, yaitu dalam satu tubuh dua sifat bawaan sejak lahir. Bahkan dua alat kelamin pria dan wanita. Inilah kodrat namun banyak yang lahir normal tapi karena pengaruh ia mengubah gaya hidupnya bertentangan dengan diri sejatinya. Inilah LGBT itu.

Maka di sanalah penting berikrar pada diri sendiri untuk meningkatkan kualitas hidup. Juga iman.
" Saya dulu pernah diajarkan kekasih berjanji pada diri untuk bisa melompat dari kapasitas yang sekarang, agar kemudian bisa melakukan sesuatu yang tak dilakukan bertahun-tahun sebelumnya," kata seorang anak zaman now pada saya. Itu namanya lompatan quantum. Nanti malam kau baca Yassin kata saya padanya. Ngaji. Dan saya mau meminjam motornya sudah lama sekali tak naik motor. Kangen. Dia tertawa malah katanya aku ajari bapak main musik. Padahal saya bisa tapi waktu sekolah, sekarang tidak.

Musik adalah hal baik yang bisa mengumpulkan ribuan orang. Juga bola. Sekarang ustad Somad.
Pada lautan massa itu rerbaca ada janji yang heroik. Semacam tekad pada negara dan agama.

Ini bukan janji heroik: Sekarang atau sebentar lagi akan ada janji lain yang ditebar. Calon kepala daerah, caleg, pada tahun piljanji.  Janji palsu atau mengaslikan yang lama. Piljanji adik dari pillada dunsanak pemilu.
Begitulah khatib Jumat kemarin berkata untuk 2018 lakukanlah investasi amal jangan beli rumah saja tapi modal untuk akhirat.
Harus ada perubahan hidup kata khatib, jika tidak umat Islam dalam keadaan merugi.

Kita memang nyaris mustahil menghindari dari tahun Romawi yang dikenal sebagai tahun Masehi itu. Makin menghindar kian kacau pembukuan. Yang bisa tidak merayakan old and new, pergantian tahun. Tentu berangsur-angsur. Dalam waktu berjalan itu hapal-hapal jugalah nama bulan dalam tahun Hijriah. Tidak hapalkan? Tak cocok urutannyakan? He he ngaku sahajalah...*

0 komentar :

Posting Komentar